Kediri, LTN-reog Online
Pada pemilu 9 April mendatang, suara warga Nahdlyiin diperkirakan akan mengalir kepada dua partai politik (parpol), yaitu Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU).
Demikian dinyatakan Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Kediri, M. Wildan Mukholladun dalam acara Dialog Kandidat Berbasis Daerah Pemilihan, di Gedung PCNU Kediri, Rabu (1/4).
Selain itu dia juga menyerukan kepada kaum Nahdliyin untuk menyalurkan suara mereka saat pemilu mendatang, tentunya bagi yang sudah memiliki hak pilih.
Acara ini dihadiri oleh calon anggota legislatif (caleg) dari PKB yang diwakili oleh Halim Mustofa dan Partai Gerindra oleh Sony Sumartono.
Menurut Wildan, dua parpol tersebut dihadirkan karena memang para pendiri parpol tersebut terdapat tokoh-tokoh NU. Karenanya, pernyataan Wildan ini mengundang perhatian peserta yang hadir.
Lebih lanjut, Wildan menambahkan, beberapa kader PKB kubu Gus Dur mengalihkan suaranya ke Partai Gerindra adalah karena sama-sama ada kaum nahdliyin di dalamnya. (min)
02 April 2009
Aplikasi Hisab Disarankan Gunakan Program Exce
Malang, PCLTN-reog Online
Forum Kajian Falak (FKF) Jawa Timur menyarankan penghitungan rumus-rumus hisab dengan menggunakan program excel. Dengan excel para penggiat hisab bisa memasukkan rumus rumus hisab yang panjang hampir tanpa batas, tergantung besarnya memori yang terpasang di komputer.
FKF sendiri telah mengadakan Pelatihan Aplikasi Hisab Falak Pesantren dan Perguruan Tinggi Se-Jawa Timur dengan menggunakan program Excel di Auditorium Ma'had Sunan Ampel Al-Aly, Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Mailk Ibrohim, Malang, pada 29 Robiul Awal - 2 Robiul Akhir 1430H / 27-29 Maret 2009 M.
”Pelatihan bertujuan untuk memperkenalkan formula-formula excel dalam aplikasi hisab,” kata Abdul Moeid Litbang FKF Jatim yang ikut memprakarsai pelatihan ini.
”Selama ini kita bisa menggunakan kalkulator FX-4500 PA, FX-350 HB, Karce KC-131, maupun kalkulator scientific lainnya. Akan tetapi akan lebih akurat jika kita menggunakan excel, karena nilai-nilai di belakang koma yang lebih banyak daripada kita menggunakan kalkulator,” tambahnya.
Dengan excel pula para penggiat hisab bisa menampilkan hasil perhitungan dengan menggunakan grafik, sehingga bentuk hilal bisa ditampilkan sesuai dengan persentasi fraction illuminationnya.
Pada pelatihan aplikasi hisab falak di UIN Malang beberapa ahli hisab program komputer dihadirkan antara lain RM Khotib Asmuni yang juga Ketua FKF Jawa Timur, Imam Suprayogo, Abdus Salam Nawawi, M. Murtadlo, RM Khotib Asmuni, Hendro Styanto, M. Izzuddin, Khoirul Aziz, Nur Aini Rahmawati, M. Sholeh dan Abdul Moeid. (nam)
Forum Kajian Falak (FKF) Jawa Timur menyarankan penghitungan rumus-rumus hisab dengan menggunakan program excel. Dengan excel para penggiat hisab bisa memasukkan rumus rumus hisab yang panjang hampir tanpa batas, tergantung besarnya memori yang terpasang di komputer.
FKF sendiri telah mengadakan Pelatihan Aplikasi Hisab Falak Pesantren dan Perguruan Tinggi Se-Jawa Timur dengan menggunakan program Excel di Auditorium Ma'had Sunan Ampel Al-Aly, Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Mailk Ibrohim, Malang, pada 29 Robiul Awal - 2 Robiul Akhir 1430H / 27-29 Maret 2009 M.
”Pelatihan bertujuan untuk memperkenalkan formula-formula excel dalam aplikasi hisab,” kata Abdul Moeid Litbang FKF Jatim yang ikut memprakarsai pelatihan ini.
”Selama ini kita bisa menggunakan kalkulator FX-4500 PA, FX-350 HB, Karce KC-131, maupun kalkulator scientific lainnya. Akan tetapi akan lebih akurat jika kita menggunakan excel, karena nilai-nilai di belakang koma yang lebih banyak daripada kita menggunakan kalkulator,” tambahnya.
Dengan excel pula para penggiat hisab bisa menampilkan hasil perhitungan dengan menggunakan grafik, sehingga bentuk hilal bisa ditampilkan sesuai dengan persentasi fraction illuminationnya.
Pada pelatihan aplikasi hisab falak di UIN Malang beberapa ahli hisab program komputer dihadirkan antara lain RM Khotib Asmuni yang juga Ketua FKF Jawa Timur, Imam Suprayogo, Abdus Salam Nawawi, M. Murtadlo, RM Khotib Asmuni, Hendro Styanto, M. Izzuddin, Khoirul Aziz, Nur Aini Rahmawati, M. Sholeh dan Abdul Moeid. (nam)
Tim PKNU temukan 73.000 lebih NIK Ganda di Dapil VI Jateng
Magelang, PCLTN-REOG Online
Tim PKNU Dapil VI yang meliputi Kabupaten dan Kota Magelang, Wonosobo, Temanggung dan Purworejo mendapati sekitar lebih dari 73.000 Nomor Induk Kependudukan (NIK) Ganda. Khusus untuk Kabupaten Magelang ditemukan sekitar 43.000 NIK Ganda
Penemuan ini terungkap setelah Tim melakukan crosscheck terhadap Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang ditetapkan KPU. Kasus yang ditemukan diantaranya satu NIK digunakan oleh lebih dari satu nama pemilih berbeda, satu NIK digunakan oleh lebih dari orang dengan nama yang sama dengan TPS berbeda dan satu NIK digunakan oleh lebih dari satu orang dengan nama sama pada TPS yang sama.
Hal ini sangat bertentangan dengan dengan UU Kependudukan dan Peraturan Pemerintah yang menyatakan tidak adanya NIK diperbolehkan adanya NIK Ganda sekaligus hal ini menyebabkan kerawanan terjadi kecurangan dan penggelembungan perolehan suara dalam Pemilu 2009 mendatang.
Berangkat dari temuan tersebut, Tim PKNU Kabupaten Magelang menindaklanjuti dengan melalakukan klarifikasi ke Kantor KPU Kab. Magelang pada 30 Maret 2009.
“Nawaitu kita adalah membantu KPU serta menjaga kejujuran dalam rangka mensukseskan Pemilu 2009 bukan mencari siapa yang benar dan siapa yang salah,” kata Sonny Wicaksono selaku ketua Tim di kediaman Mbah Dur (KH Abdurrahman Chudlori) di Ponpes API Tegalrejo sesaat sebelum berangkat ke Kantor KPU di Kota Mungkid.
Sementara menurut KPU Kab. Magelang Majidun, keberadaan NIK Ganda tersebut sebagai ekses dari belum terselesaikannya pekerjaan Instansi terkait dalam melakukan pendataan penduduk. Masih menurut Majidun, KPU tidak memiliki wewenang untuk memberikan, merubah ataupun menambah NIK bagi setiap pemilih tetap.
“Kami menerima data tersebut dan telah kami laksanakan prosedur sesuai petunjuk. Jika NIK ganda tersebut kemudian kita permasalahkan, maka ribuan penduduk yang (sampai saat ini) belum memiliki NIK akan terhapus hak suaranya,” katanya.
“Kami telah melakukan langkah-langkah antisipasi terhadap permasalahn ini dengan memerintahkan kepada PPS melakukan penelitian di daerah masing-masing. Selain itu undangan hanya akan diberikan kepada satu orang meski terdapat dua nama tercantum di DPT sepanjang dua nama tersebut ternyata hanya dimiliki satu orang saja” demikian klarifikasi KPU Kabupaten Magelang.
Melihat kenyataan itu, satu-satunya jalan yang dapat ditempuh untuk menghindari kecurangan dan penggelembungan suara dalam PEMILU 2009 mendatang adalah dengan menyiapkan saksi secara sungguh-sungguh dan mengawal hasil perolehan suara hingga sampai di KPU. (mad)
Tim PKNU Dapil VI yang meliputi Kabupaten dan Kota Magelang, Wonosobo, Temanggung dan Purworejo mendapati sekitar lebih dari 73.000 Nomor Induk Kependudukan (NIK) Ganda. Khusus untuk Kabupaten Magelang ditemukan sekitar 43.000 NIK Ganda
Penemuan ini terungkap setelah Tim melakukan crosscheck terhadap Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang ditetapkan KPU. Kasus yang ditemukan diantaranya satu NIK digunakan oleh lebih dari satu nama pemilih berbeda, satu NIK digunakan oleh lebih dari orang dengan nama yang sama dengan TPS berbeda dan satu NIK digunakan oleh lebih dari satu orang dengan nama sama pada TPS yang sama.
Hal ini sangat bertentangan dengan dengan UU Kependudukan dan Peraturan Pemerintah yang menyatakan tidak adanya NIK diperbolehkan adanya NIK Ganda sekaligus hal ini menyebabkan kerawanan terjadi kecurangan dan penggelembungan perolehan suara dalam Pemilu 2009 mendatang.
Berangkat dari temuan tersebut, Tim PKNU Kabupaten Magelang menindaklanjuti dengan melalakukan klarifikasi ke Kantor KPU Kab. Magelang pada 30 Maret 2009.
“Nawaitu kita adalah membantu KPU serta menjaga kejujuran dalam rangka mensukseskan Pemilu 2009 bukan mencari siapa yang benar dan siapa yang salah,” kata Sonny Wicaksono selaku ketua Tim di kediaman Mbah Dur (KH Abdurrahman Chudlori) di Ponpes API Tegalrejo sesaat sebelum berangkat ke Kantor KPU di Kota Mungkid.
Sementara menurut KPU Kab. Magelang Majidun, keberadaan NIK Ganda tersebut sebagai ekses dari belum terselesaikannya pekerjaan Instansi terkait dalam melakukan pendataan penduduk. Masih menurut Majidun, KPU tidak memiliki wewenang untuk memberikan, merubah ataupun menambah NIK bagi setiap pemilih tetap.
“Kami menerima data tersebut dan telah kami laksanakan prosedur sesuai petunjuk. Jika NIK ganda tersebut kemudian kita permasalahkan, maka ribuan penduduk yang (sampai saat ini) belum memiliki NIK akan terhapus hak suaranya,” katanya.
“Kami telah melakukan langkah-langkah antisipasi terhadap permasalahn ini dengan memerintahkan kepada PPS melakukan penelitian di daerah masing-masing. Selain itu undangan hanya akan diberikan kepada satu orang meski terdapat dua nama tercantum di DPT sepanjang dua nama tersebut ternyata hanya dimiliki satu orang saja” demikian klarifikasi KPU Kabupaten Magelang.
Melihat kenyataan itu, satu-satunya jalan yang dapat ditempuh untuk menghindari kecurangan dan penggelembungan suara dalam PEMILU 2009 mendatang adalah dengan menyiapkan saksi secara sungguh-sungguh dan mengawal hasil perolehan suara hingga sampai di KPU. (mad)
25 Maret 2009
SIMTUD DUROR DI STAIN PONOROGO
Gelegar maulid di Ponorogo yang diadakan oleh UKI STAIN Ponorogo 19 Maret 2009 lalu dihadiri lebih 1000 orang pecinta Rasulullah yang dikenal dengan sebutan muhibbin. Mereka dengan khusuk mengikuti acara mauludan dengan membaca Maulid Simtud Duror di hall watoe dhakon STAIN Ponorogo.
Hadir memberikan mauidhoh hasanah Habib Novel Alaydrus dari Solo. Habib gaul ini mengajak hadirin berdzikir dengan irama yang syahdu, sehingga tanpa terasa banyak yang meneteskan air mata bahkan ada yang sesenggukan menangis
Hadir memberikan mauidhoh hasanah Habib Novel Alaydrus dari Solo. Habib gaul ini mengajak hadirin berdzikir dengan irama yang syahdu, sehingga tanpa terasa banyak yang meneteskan air mata bahkan ada yang sesenggukan menangis
15 Maret 2009
Duet KH. Sayuthi Farid dan Fatkhul Aziz Pimpin NU Ponorogo
Duet KH. Sayuthi Farid dan Fatkhul Aziz Pimpin NU Ponorogo
Akhirnya duet KH. Drs. Imam Sayuthi Farid, SH. M.Si dan Drs. Fatkhul Aziz memimpin NU cabang Ponorogo periode 2009 – 2014 dalam konferensi cabang lanjutan NU Ponorogo di Kampus INSURI Ponorogo siang tadi.
Pemilihan pengurus NU cabang Ponorogo ini sempat tertunda satu bulan, sebab ketika diadakan konferensi cabang NU pada tanggal 14 Pebruari 2009 lalu di Ponpes KH.Syamsuddin Durisawo Ponorogo peserta yang hadir tidak korum. Karena itulah sidang yang dipimpin oleh PW NU Jatim yang wakili KH. Drs. Hasyim Abbas (Wakil Rais Syuriyah) dan Drs. Abdul Wahid Asa (Wakil Ketua) memutuskan untuk menunda pelaknsanaan pemilihan pengurus.
Seperti diduga sebelumnya, KH. Drs. Imam Sayuti Farid, SH. M.Si, rais syuriyah lama yang juga ketua Insuri Ponorogo itu masih dikehendaki hampir semua Pengurus MWC maupun ranting, sehingga tanpa ada persaingan yang berarti, setelah mengantongi 221 suara dari 250 secara aklamasi peserta Konferensi menetapkannya sebagai Rais Syuriyah PCNU Ponorogo periode 2009 – 2014.
Sedangkan pemilihan ketua tanfidziyah juga secara aklamasi menetapkan Drs. Fatkhul Aziz sebagai Ketua PCNU Ponorogo periode 2009-2014 menggantikan H.Muhatim Hasan yang telah menjabat sebagai ketua PCNU Ponorogo dua periode. Dengan mengantongi suara 209, Kang Azis sapaan akrabnya yang juga anggota KPU POnorogo ini menyisihkan pesaingnya KH. Muhsin 19 suara, Drs. H.Sugeng Al-Wahid 8 suara dan lainnya satu suara.
Dengan hasil ini Kang Azis berharap kerjasama seluruh Pengurus dari Cabang, MWC dan Ranting untuk menegakkan ahlus sunnah wal jamaah dan khittah Nahdliyyah di NU Ponorogo yang sempat mengalami gangguan.
Akhirnya duet KH. Drs. Imam Sayuthi Farid, SH. M.Si dan Drs. Fatkhul Aziz memimpin NU cabang Ponorogo periode 2009 – 2014 dalam konferensi cabang lanjutan NU Ponorogo di Kampus INSURI Ponorogo siang tadi.
Pemilihan pengurus NU cabang Ponorogo ini sempat tertunda satu bulan, sebab ketika diadakan konferensi cabang NU pada tanggal 14 Pebruari 2009 lalu di Ponpes KH.Syamsuddin Durisawo Ponorogo peserta yang hadir tidak korum. Karena itulah sidang yang dipimpin oleh PW NU Jatim yang wakili KH. Drs. Hasyim Abbas (Wakil Rais Syuriyah) dan Drs. Abdul Wahid Asa (Wakil Ketua) memutuskan untuk menunda pelaknsanaan pemilihan pengurus.
Seperti diduga sebelumnya, KH. Drs. Imam Sayuti Farid, SH. M.Si, rais syuriyah lama yang juga ketua Insuri Ponorogo itu masih dikehendaki hampir semua Pengurus MWC maupun ranting, sehingga tanpa ada persaingan yang berarti, setelah mengantongi 221 suara dari 250 secara aklamasi peserta Konferensi menetapkannya sebagai Rais Syuriyah PCNU Ponorogo periode 2009 – 2014.
Sedangkan pemilihan ketua tanfidziyah juga secara aklamasi menetapkan Drs. Fatkhul Aziz sebagai Ketua PCNU Ponorogo periode 2009-2014 menggantikan H.Muhatim Hasan yang telah menjabat sebagai ketua PCNU Ponorogo dua periode. Dengan mengantongi suara 209, Kang Azis sapaan akrabnya yang juga anggota KPU POnorogo ini menyisihkan pesaingnya KH. Muhsin 19 suara, Drs. H.Sugeng Al-Wahid 8 suara dan lainnya satu suara.
Dengan hasil ini Kang Azis berharap kerjasama seluruh Pengurus dari Cabang, MWC dan Ranting untuk menegakkan ahlus sunnah wal jamaah dan khittah Nahdliyyah di NU Ponorogo yang sempat mengalami gangguan.
04 Maret 2009
Konfercab GP ANSOR Ponorogo
Konferensi Ansor Cabang Ponorogo berlangsung lancar. Perhelatan yang dibuka oleh Asrendiklat Satkornas Banser Drs. H. Abdul Mujib Syadzili, M.Si yang hadir atas nama pimpinan pusat Gerakan Pemuda Ansor ini menekankan pentingnya pembangunan sinergitas baik internal maupun eksternal untuk menuju Ansor yang tangguh saat ini dan dimasa yang akan datang.
Bagi Kader Ansor merupakan sebuah keniscayaan, tatkala diberikan amanah namun tidak berbuat banyak untuk organisasi, pengurus harus memerankan dirinya sesuai tugas dan fungsinya masing-masing secara maksimal, mengingat rentang waktu pengabdian yang sangat pendek, sesuai PD/PRT hanya empat tahun.
Untuk mengejar ketertinggalan, Mujib menegaskan perlunya penguatan fungsi kaderisasi, target jangka pendek perlu diarahkan pada kegiatan LKD dan Diklatsar di semua PAC GP. Ansor Ponorogo, sehingga dapat menciptakan lebih banyak kader yang militan sebagai ujung tombak dalam peningkatan akses organisasi ditengah masyarakat majemuk.
Menyinggung tentang hiruk pikuk politik yang berkembang saat ini, Gus Mujib menegaskan bahwa kader Ansor harus tetap menjaga keindependensiannya. Namun bukan berarti “mengunci diri”, karena itu harus tetap membangun komunikasi dengan pemerintah daerah, kepolisian dan unsur kepemudaan serta berkomunikasi aktif dengan partai politik. “Boleh saja berpolitik secara individu, tapi jangan membawa ansor secara kelembagaan,” ujarnya.
Peserta yang hadir pada acara konfercab PC GP. Ansor Ponorogo yang digelar di Pondok Pesantren Nurul Qur’an Ponorogo, 1 Maret 2009 ini lebih dari 100 orang, terdiri dari 18 PAC yang masing-masing mengirimkan 4 orang wakilnya, kemudian ditambah para peninjau dan beberapa undangan lain.
Sidang pemilihan yang diperkirakan akan berlangsung panas ternyata berjalan lancar. Meski dijelaskan pada tatib bahwa Pimpinan Sidang Pemilihan adalah Pimpinan Wilayah, namun karena sampai saat ini PW. GP. Ansor Jawa Timur belum mendapatkan SK dari Pimpinan Pusat maka dalam menjunjung tinggi konstitusi, sidang dipimpin Drs. H. Abdul Mujib Syadzili, M.Si selaku Pimpinan Pusat yang hadir.
Sesuai sidang tatib bahwa penjaringan calon ketua harus mendapatkan sedikitnya tujuh suara sehingga dari putaran pertama, Djoko Susilo, S.Pd yang mengantongi 10 suara, Syamsul 6, Idham dan Qomarudin masing-masing 1 suara berhasil mengusung Djoko Susilo menjabat sebagai Ketua PC GP. Ansor Kabupaten Ponorogo masa khidmat 2009-2013.
Sementara itu Ketua (P.Lh) PC NU Kabupaten Ponorogo berharap agar konferensi ini dapat berlangsung dengan baik sampai tuntas, “Pengalaman kegagalan penyelenggaraan konferensi PC NU kemarin jangan sampai terulang di konferensi GP. Ansor ini”, beliau berharap agar siapa saja yang terpilih mampu “ngurusi” organisasi, bukan malah menjadi urusan, imbuhnya.
Bagi Kader Ansor merupakan sebuah keniscayaan, tatkala diberikan amanah namun tidak berbuat banyak untuk organisasi, pengurus harus memerankan dirinya sesuai tugas dan fungsinya masing-masing secara maksimal, mengingat rentang waktu pengabdian yang sangat pendek, sesuai PD/PRT hanya empat tahun.
Untuk mengejar ketertinggalan, Mujib menegaskan perlunya penguatan fungsi kaderisasi, target jangka pendek perlu diarahkan pada kegiatan LKD dan Diklatsar di semua PAC GP. Ansor Ponorogo, sehingga dapat menciptakan lebih banyak kader yang militan sebagai ujung tombak dalam peningkatan akses organisasi ditengah masyarakat majemuk.
Menyinggung tentang hiruk pikuk politik yang berkembang saat ini, Gus Mujib menegaskan bahwa kader Ansor harus tetap menjaga keindependensiannya. Namun bukan berarti “mengunci diri”, karena itu harus tetap membangun komunikasi dengan pemerintah daerah, kepolisian dan unsur kepemudaan serta berkomunikasi aktif dengan partai politik. “Boleh saja berpolitik secara individu, tapi jangan membawa ansor secara kelembagaan,” ujarnya.
Peserta yang hadir pada acara konfercab PC GP. Ansor Ponorogo yang digelar di Pondok Pesantren Nurul Qur’an Ponorogo, 1 Maret 2009 ini lebih dari 100 orang, terdiri dari 18 PAC yang masing-masing mengirimkan 4 orang wakilnya, kemudian ditambah para peninjau dan beberapa undangan lain.
Sidang pemilihan yang diperkirakan akan berlangsung panas ternyata berjalan lancar. Meski dijelaskan pada tatib bahwa Pimpinan Sidang Pemilihan adalah Pimpinan Wilayah, namun karena sampai saat ini PW. GP. Ansor Jawa Timur belum mendapatkan SK dari Pimpinan Pusat maka dalam menjunjung tinggi konstitusi, sidang dipimpin Drs. H. Abdul Mujib Syadzili, M.Si selaku Pimpinan Pusat yang hadir.
Sesuai sidang tatib bahwa penjaringan calon ketua harus mendapatkan sedikitnya tujuh suara sehingga dari putaran pertama, Djoko Susilo, S.Pd yang mengantongi 10 suara, Syamsul 6, Idham dan Qomarudin masing-masing 1 suara berhasil mengusung Djoko Susilo menjabat sebagai Ketua PC GP. Ansor Kabupaten Ponorogo masa khidmat 2009-2013.
Sementara itu Ketua (P.Lh) PC NU Kabupaten Ponorogo berharap agar konferensi ini dapat berlangsung dengan baik sampai tuntas, “Pengalaman kegagalan penyelenggaraan konferensi PC NU kemarin jangan sampai terulang di konferensi GP. Ansor ini”, beliau berharap agar siapa saja yang terpilih mampu “ngurusi” organisasi, bukan malah menjadi urusan, imbuhnya.
03 Maret 2009
BERATNYA SIKSA KUBUR
Al-Faqih berkata bahwa Abu Ja’far meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra. Bahwa orang mukmin itu apabila diletakkan di dalam kuburnya maka kuburnya itu dilapangkan 70 hasta, ditaburi harum-haruman dan ditutup dengan kain sutera. Apabila ia hafal sebagian dari Al-Qur’an maka apa yang dihafalnya itu menerangi seluruh kuburnya, dan apabila ia tidak hafal, maka ia dibuatkan cahaya seperti matahari di dalam kuburnya. Ia bagaikan pengantin baru yang tidur dan tidak dibangunkan kecualioleh isteri yang sangat dicintainya. Kemudian ia bangun dari tidurnya seakan-akan ia belum puas dari tidurnya itu.Sedangkan orang kafir, maka kuburnya disempitkan atasnya sehingga tulang-tulangnya masuk ke dalam perutnya lantas didatangi berbagai macam ular yang besar sebesar leher unta, dimana ular-ular itu makan dagingnya sehingga tidak tersisa daging pada tulangnya. Kemudian datang kepadanya malaikat yang tuli, bisu dan buta dengan membawa cambuk-cambuk dari besi. Mereka memukulinya dengan cambuk-cambuk itu tanpa mendengar jeritan dan melihatorang itu sehingga tidak akan timbul rasa belas kasihan kepadanya. Disamping itu neraka selalu diperlihatkan kepadanya baik diwaktu pagi maupun diwaktu sore. Al-Faqih memberikan nasehat, barangsiapa yang ingin selamat dari siksaan kubur, maka ia harus senantiasa mengerjakan empat hal dan menjauhkan diri dari empat hal. Empat hal yang harus selalu dikerjakan itu adalah: shalat, shadaqah membaca Al-Qur’an dan banyak membaca tasbih (subhanallah – pen). Keempat hal ini akan bisa menjadikan kubur itu terang dan lapang. Sedangkan empat hal yang harus ditinggalkan adalah; dusta, khianat, adu domba dan hati-hati dalam masalah kecing. Rasulullah SAW bersabda (yang artinya) : “Bersihkanlah (besucilah) sewaktu kencing, karena kebanyakan siksa kubur itu karena kencing”.Sufyan Ats-Tsauri berkata: “Barang siapa yang banyak mengingat kubur maka ia akan mendapatkan kubur itu sebagai salah satu taman dari taman-taman sorga. Dan barangsiapa yang lalai kepada kubur maka ia akan mendapatkan kubur itu sebagai salah satu jurang dari jurang-jurang neraka”.Sahabat Ali karromallahu wajhahu didalam khutbahnya mengatakan: “Wahai hamba Allah ingatlah mati, ingatlah mati karena kamu tidak bisa menghindar darinya. Bila kamu diam, maka ia akan datang menghampirimu; dan bila kamu lari, ia akan mengejarmu. Ia terikat pada ubun-ubunmu. Carilah keselamatan, carilah keselematan. Di belakangmu ada kubur yang selalu mengejar kamu. Ingatlah bahwa kubur itu bisa merupakan salah satu taman dari taman-taman sorga, dan bisa pula merupakan salah satu jurang dari jurang-jurang neraka. Ingatlah bahwa sesungguhnya kubur itu setiap hari berbicara tiga kali dengan perkataan; “aku adalah rumah gelap, aku adalah rumah duka cita, dan aku adalah rumah ulat”. Ingatlah bahwa setelah itu ada suatu hari yang lebih ngeri dimana pada hari itu anak muda langsung beruban, orang tua pingsan, semua orang yang menyusui anaknya lalai terhadap anak yang disusuinya, semua wanita yang hamil menggugurkan kandungannya, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak, akan tetapi siksaan Allah itu sangat keras. Ingatlah, bahwa setelah itu ada neraka yang panas sekali, sangat curam, perhiasaannya besi, airnya nanah, di dalamnya tidak ada rahmat Allah sama sekali”. (mendengar khutbah ini kaum muslimin menangis tersedu-sedu). Lalu Sayyidina Ali k.w melanjutkan khutbahnya: “Tetapi disamping itu ada sorga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa. Semoga Allah menyelamatkan kita dari siksaan yang pedih dan memasukkan kami dan kamu ke dalam sorga tempat kenikmatan”.Rasulullah SAW bersabda (yang artinya) :“Kubur itu adalah pos (tempat pemberhentian) pertama dari pos-pos akhirat. Apabila seseorang selamat dari pos pertama itu maka pos berikutnya lebih mudah daripadanya, dan apabila seseorang tidak selamat dari pos pertama itu maka pos berikutnya lebih berat daripadanya”.Diriwayatkan dari Abdul Hamid bin Mahmud Al-Maghuli dimana ia berkata: “Sewaktu kami sedang duduk bersama-sama dengan Ibnu Abbas ra, tiba-tiba datanglah sekelompok kaum lalu berrkata: “Kamu berangkat dari rumah dengan maksud untuk menunaikan haji, dan ada seorang teman kami yang ketika sampai di daerah Dzatus Shafah meninggal dunia kemudian kami mengurusnya dan kami menggalikan kubur untuknya. Ketika kami menggali kubur dan membuat liang lahat ternyata liang lahat itu penuh dengan ular. Kemudian kami tinggalkan tempat itu, dan kami menggali lagi di temapt lain. Di tempat yang lain itu pun sama saja, liang lahatnya penih dengan ular. Kemudian kami tinggalkan tempat itu dan menggali lagi kubur untuk yang ketiga kalinya, dan ternyata di tempat itupun liang lahatnya penuh dengan ular. Kemudian kami tingalkan mayat itu dan kami datang kepadamu”. Ibnu Abbas ra berkata: “Itu adalah amal perbuatan yang ia lakukan sendiri. Pergilah dan kuburlah mayat itu di kubur yang mana saja. Demi Allah, seandainya kamu menggali seluruh bumi niscaya kamu kamu akan selalu menjumpai ular di dalamnya. Beritakanlah hal ini kepada kaumnya”. Abdul Hamid berkata: “Kemudian kami pergi dan mengubur mayat itu pada salah satu diantara ketiga kuburnyang kami galiitu. Ketika kami kembali (dari ibadah haji), kami mendatangi keluarganya dengan membawa barang kepunyaannya dan kami bertanya kepada istrinya: “Apa yang biasa dia lakukan waktu hidupnya ?”. Istrinya menjawab: “Ia dulu berjualan bahan makanan yaitu gandum. Setiap hari ia mengambil sebagian dari gandum dagangan itu untuk dimakan, kemudian sebanyak gandum yang dia ambil diganti dengan tangkai gandum yang warnanya serupa lalu ditumbuk dan dicampur dengan nya”.Amar bin Dfinar berkata: “Ada seorang penduduk Madinah yang mempunyai saudari di ujung kota. Pada saat saudarinya sakit dan ia datang menjenguk saudarinya itu. Setelah sampai disana, saudarinya itu mati dan ia mengurusnya dan ikut menguburnya. Sesudah selali penguburan, ia pulang ke rumahnya lalu teringat bahwa kantong uangnya jatuh sewaktu mengubur saudarinya itu. Ia lalu minta tolong seorang teman untuk menggali kubur dan ia pun menemukan kantong yang jatuh itu. Ia berkata pada temannya: “Pergilah kamu, karena aku ingin melihat apa yang sedang terjadi pada diri saudariku”. Kemudian ia mengangkat penutup liang lahat dan tiba-tiba terlihat bahwa kubur itu menyalakan api. Ia lalu meratakan kembalikubur itu dan cepat-cepat pulang menemui ibunya dan bertanya: “Beritahukan kepadaku apa yang biasa dilakukakan oleh saudariku”. Ibunya menjawab: “Kenapa kamu menanyakan tentang saudarimu, sedangkan dia sudah meninggal dunia?”. Ia berkata lagi : “Tolong bu, beritahukan kepadaku”. :Ibunya menjawab: “Saudarimu itu suka mengakhirkan shalat dan tidak mengerjakan shalat dengan suci yang sempurna. Ia suka datang ke rumah-rumah tetangga dengan menceritakan kepada mereka apa yang ia dengar daengan maksud mengadu domba”. Itulah yang menyebabkan siksaan kubur. Oleh karena itu, barang siapa yang ingin selamat dari siksa kubur maka ia harus menjauhkan diri dari adu domba dan perbuatan-perbuatan dosa lainnya agar bisa selamat dari siksaannya dan dapat dengan mudah menjawab pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir. (m. muslih albaroni)
Langganan:
Postingan (Atom)
