05 Mei 2009

Kampanye Anti Cadar di Mesir Berhasil

Kairo, pcnu.Online
Kampanye anti cadar yang dilakukan Kementerian Perwakafan untuk Urusan Dakwah Mesir dinilai berhasil. Tiga perempuan pegawai kementerian tersebut dikabarkan telah melepas cadar.

Sebelumnya didakan pertemuan khusus guna membahas hukum memakai penutup wajah. Wakil dari Kementerian Perwakafan untuk Urusan Dakwah Dr Salim Abdul Jalil menyatakan kepada para pemakai cadar bahwa para ulama madzhab 4 sepakat bahwa wajah bukan aurat.

Ia menyatakan, pemakaian cadar tidak memiliki dasar dalam agama. Hasil dari pertemuan itu dari beberapa pertemuan, 3 petugas telah melepas cadar yang biasa mereka pakai.

“Penjelasan ini ternyata membekas dalam diri mereka, hingga salah satu dari mereka melepas cadar, sebelum pertemuan kedua, adapun kedua petugas lain telah melepas cadar setelah pertemuan kedua,” ungkapnya seperti dilansir situs Hidayatullah.com.

Dilaporkan, di Kementerian Perwakafan Mesir ada 13 petugas yang masih memakai cadar. Mereka menerima hukum memakai cadar tidak wajib, akan tetapi mereka tetap memakai, karena sudah puluhan tahun terbiasa dengan pakaian tersebut, hingga merasa kurang nyaman jika harus melepasnya.

Abdul Jalil menyatakan, pakaian Muslimah wajib menutup semua anggota badan, kecuali wajah dan dua telapak tangan, serta tidak memperlihatkan bentuk tubuh atau transparan. Kewajiban bagi perempuan membuka wajahnya di saat umrah dan haji di hadapan jutaan orang, menegaskan tidak disyariatkannya cadar.

Sementara itu harian The National Abu Dhabi melaporkan sejumlah kalangan telah menentang kampanye itu. Mereka menyatakan bahwa kantor Kementerian berusaha melepaskan cadar di Mesir karena mendapat tekanan dari dalam dan luar, untuk mengikuti standar negara-negara Barat. (nuo/nur/lih)

03 Mei 2009

FADHILAH BELAJAR AL-QUR'AN

Artinya : “ Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al Quran dan mengajarkannya”HR Imam Bukhari , Abu Daud, Tirmidzi , Ibnu Majah

Artinya : “ Orang yang ahli Al Quran akan bersama para malaikat –malikat pencatat yang mulia dan lurus sedangkan orang yang terbata-bata dalam membaca Al Quran tetapi ia tetap bersusah payah mempelajarinya akan mendapat pahala dua kali lipat.”HR Imam Bukhari, Daud, Nasa’i, Muslim, Tirmidzi, Ibnu Majah.

Artinya : “Tidak boleh iri hati kecuali dalam dua hal : seseorang diberi oleh Allah kemampuan membaca Al Quran dan ia membacanya siang dan malam, dan orang yang diberi oleh Allah harta yang banyak dan ia menyedekahkannya siang dan malam.”HR. Imam Bukhari, Tirmidzi, Nasa’i.

Artinya : “Allah mengangkat derajat beberapa kaum dengan kitab ini ( Al Quran ) dan merendahkan beberapa kaum lainnya dengan kitab ini juga.”HR. Imam Muslim
Artinya : “ Belajarlah Al Quran dan bacalah ia karena orang yang belajar Al Quran dan menyebutkannya dalam shalat tahajjud adalah seumpama sebuah wadah yang terbuka dan penuh kasturi, baunya semerbak merebak ke seluruh tempat dan seseorang yang telah belajar Al Quran tetapi ia tidur dan Al Quran didalam hatinya adalah seumpama sebuah wadah yang penuh dengan kasturi tetapi tertutup.” HR. Tirmidzi, Nasa’I, Ibnu Majah, Ibnu Hiban.

Artinya: “ Wahai Abu Dzar, jiak kamu pergi pada suatu pagi dan mempelajari satu ayat dari kitab Allah yaitu Al Quran, maka lebih baik daripada mengerjakan sholat nafil seratus rakaat dan jika kamu mempelajari satu bab dari ilmu apakah dapat diamalkan ataupun tidak maka lebih baik bagimu daripada mengerjakan seribu rakaat shalat nafil. “ HR Ibnu Majah.

FADHILAH MEMBACA AL QURAN

Artinya: “ Barang siapa membaca satu huruf dari kitab Allah, maka baginay stu hasanah ( kebaikan ) dan satu hasanah adalah sama dengan sepuluh kali lipat pahalanya.Dan saya tidak mengatakan ا لم ( alif lam mim ) itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf.” HR Tirmidzi

Artinya : “ Barang siapa membaca Al Quran dan mengamalkan isi kandungannya maka kedua orang tuanya akan dipakaikan mahkota pada hari kiamat, yang sinarnya lebih terang daripda sinar matahari jika sekiranya matahari itu berada di rumah-rumah kalian di dunia. Bagaimana menurut perkiraan kalian mengenai irang yang mengamalkannya sendiri.” HR Ahmad dan Abu Daud.

Artinya: “ Membaca Al Quran didalam shalat lebih utama dari pada di luar shalat, membaca Al Quran di luar shalat lebih utama dari pada tasbih dan takbir, tasbih lebih utama daripada sedekah, sedekah lebih utama daripada puasa dan puasa adalah penghalang dari api neraka.”HR. Baihaqi)

Artinya : “ Rasulullah bertanya kepada kami : Sukakah salah seorang diantara kamu jika kembali ke rumahnya mendapati tiga ekor unta betina yang hamil dan gemuk? Kami menjawab tentu kami menyukainya kemudian Rasulullah bersabda : Tiga potong ayat yang kamu baca dalam shalat adalah lebih utama daripada tiga ekor unta betina yang hamil dan gemuk. “ ( HR Muslim)
haq
Artinya:” Dari Abu Dzar r.a meriwayatkan,’’Saya berkata,Wahai Rasulullah,berilah nasihat kepada saya’Rasulullah saw bersabda;Hendaklah engkau bertaqwa kepada Allah SWT.karna taqwa adalah akar dari setiap urusan.Saya berkata lagi’Wahai Rasulullah’tambahkan lagi nasihat untuk saya’Rasulullah pun bersabda,’Teruslah membaca Al Quran karma Al Quran adalah nur untuk (kehidupan) kamu diatas muka bumi da’Rasulullah n bekal yang disimpan dilangit (untuk hari akhirat).’’(HR Ibnu Habban)
Artinya:’’ Saw bersabda,’’Wahai ahli- ahli Al Quran,janganlah kalian menggunakan Al Quran sebagai bantal tetapi hendaknya kamu membacanya dengan teratur siang dan malam,sebarkanlah kitab suci itu,bacalah dengan suara yang merdudan pikirkanlah isi kandungannya!Dengan begini kamu akan mendapat kejayaan,Janganlah kamu minta di segerakan ganjarannya(dalam dunia) karna ia mempunyai ganjaran (yang sangat besar di akhirat),’’(HR.Imam Baihaqi)
Artinya:’’Dari Abdullah Ibnu Umar r.a meriwayatkan,’’Sesungguhnya hati ini dapat berkarat sebagaimana berkaratnya besi bila terkena air,’’Beliau ditanya,”Wahai Rasulullah,bagaimana cara membersihkannya?”Rasulullah saw bersabda,’’Memperbanyak mengingat maut dan membaca Al Quran,”(HR Imam Baihaqi)
Artinya:”Rasulullah saw bersabda,”Barang siapa membaca sepuluh ayat dalam satu malam,maka ia tidak akan dimasukkan ke dalam golongan orang-orang lalai.’’(HR Imam hakim)
Artinya:’’Rasulullah saw bersabda,’’Barangsiapa menjaga lima kali sholatnya,maka ia tidak dimasukkan kedalam golongan orang-orang lalai,dan barangsiapa membaca seratus ayat dalam satu malam,maka ia akan dimasukkan dalam golongan orang-orang yang taat.(HR.Ibnu Khuzaimah)

FADHILAH MEMBACA AL QUR’AN
Artinya:”Rasulullah saw bersabda,”Pada hari kiamat kelak akan diseru kepada ahli Al Qur’an,’’teruskanlah baca Quranmu dan teruskanlah menaiki Surga tingkat demi tingkat dan bacalah dengan tartil seperti yang telah engkau baca di dunia,karna sesungguhnya tempat terakhirmu adalah dimana engkau telah sampai pada ayat terakhir yang kamu baca.’’(HR.Ahmad,Tirmidzi,Abu Dawud,Nasai,Ibnu Majah,dan Ibnu Habban).
Artinya:”Rasulullah saw bersabda,’’Barangsiapa membaca Al Quran dan menghafalnya,menganggap halal apa yang di halalkan di dalam Al Quran,dan menganggap haram apa yang di haramkannya,maka Allah Swt.akan memasukkannya kedalam Surga dan Allah menjaminnya untuk memberi syafa’at kepada sepuluh orang ahli keluarganya yang akan dicampakkan ke dalam api neraka.’’(HR.Imam Ahmad dan Tirmidzi).
Artinya:”Rasulullah saw bersabda,”Seseorang yang tidak ada sedikit pun Al Quran di dalam hatinya adalah seperti rumah kosong.’’(HR.Tirmjdzi)
Artinya:”Rasulullah saw bersabda,’’Membaca Al Quran dari hafalan mendapat seribu derajat pahala,sedangkan membaca Al Quran dengan melihat mushaf mendapatkan dua ribu derajat.’’(HR Imam Baihaqi)
Artinya:”Rasulullah saw bersabda,’’Sesungguhnya bagi Allah dari kalangan manusia ini,ada sebagian bagi mereka sebagai ahlinya.’’Para sahabat bertanya,’’Siapakah mereka itu?’’Rasulullah saw menjawab,’’Ahlul Quran (orang-orang Al Quran),merekalah ahli-ahli Allah dan orang-orang istimewa Nya.’’(HR Imam Hakim dan Ahmad)

02 Mei 2009

Hasyim: Nahdliyin Bebas Pilih Presiden, Tapi Jangan Salah Pilih

Brebes, NU Online
Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi mengingatkan, ukuran pemimpinan yang patut dipilih bukan kepinterannya atau harta bendanya. Pilihlah pemimpin karena keikhlasannya dalam memegang amanat kepemimpinannya.

”Keiihlasan ini akan melahirkan seorang pemimpin yang handal,” katanya saat memberikan tashiyah dalam acara pelantikan dan Rakercab PCNU dan PC Ansor Kab. Brebes di lokasi Madratsah Tsanawiyah Assalafiyah Sitanggal Larangan Brebes, Kamis (30/1) sore kemarin.

Pada pemilihan Presiden mendatang, pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam ini mengingatkan, warga NU (Nahdliyin) patut waspada. Jangan mudah tergoda bujuk rayu. “Jangan sampai kita cuma disuruh-suruh untuk mensukseskan seseorang tapi lupa mensukseskan NU. Berdosa itu,” ujarnya mengingatkan.

Menurutnya, Nahdliyin pada hakekatnya bebas untuk memilih presiden. Tapi di dunia ini tidak ada kebebasan mutlak. Maka NU memberi kebebasan yang mencerminkan keseimbangan dengan pertanggungjawabannya. ”Jangan sampai Nahdliyin salah memilih pemimpinnya,” katanya.

Di tengah hiruk pikuknya pemilihan pemimpin di negeri ini, dari tingkat pemilihan kepala daerah, pemilihan gubernur, anggota legislatif, kepemimpinan sepertinya dijualbelikan. Tidak terdorong oleh keikhlasan. Sehingga amat langka pemimpin yang ikhlas.

Hasyim mengingatkan, jika pemimpin bisa diperjualbelikan maka yang menjadi pemimpin itu hanya orang-orang yang berduit saja. Selain itu mereka yang menjadi pemimpinan karena hasil pembelian akan berbuat sewenang-wenang. ”Mereka merasa sudah membeli kita,” katanya. (was)

27 April 2009

Hasyim: Seluruh Jajaran NU Perlu Mawas Diri

Jakarta, PCLTN Online
Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi meminta para pengurus NU di seluruh tingkatan, para ulama, pengasuh pondok pesantren dan segenap warga NU untuk mawas diri atau melakukan introspeksi terhadap kekhilafan serta keteledoran, yang saat ini telah menurunkan martabat perjuangan dan melemahkan persaudaraan NU.

“Kesalahan ini umumnya terjadi akibat perpecahan yang disebabkan kepentingan-kepentingan sesaat,” katanya kepada NU Online, Senin (27/4).

Salah satu fenomena yang cukup memprihatinkan adalah maraknya money politic yang beredar dalam setiap pemilu di segala tingkatan. Pengasuh pesantren Mahasiswa Al Hikam Malang ini menilai perilaku ini berakibat sangat buruk karena dapat merenggangkan hubungan antara ulama dan umat serta terjadinya fitnah yang menjauhkan pemimpin dan rakyatnya dan menghilangkan sifat jujur dan amanah dari pemberi money politic karena telah merasa membeli kiai dan ummatnya.

“Pada gilirannya, bangsa ini akan dipimpin oleh kesewenang-wenangan serta perselingkuhan politik yang tak bertanggung jawab,” tandasnya.

Meskipun demikian, sebuah pemberian dari fihak lain tak selamanya harus ditolak. “Kita tetap boleh menerima pemberian, tetapi bukan yang menghancurkan perjuangan dan merusak moral,” tegasnya.

Bahaya lain yang dihadapi NU adalah atheisme, komunisme, dan ekstrimisme yang bertentangan dengan garis moderasi NU. Selain itu juga liberalisme pemikiran keagamaan yang merusak sendi-sendi keimanan, syariat serta budaya religi nahdliyyin yang nantinya akan memotong garis hidup (lifeline) perjuangan NU.

“Muktamar NU ke-32, Januari 2010 di Makassar harus mampu menyelamatkan NU dari faham ekstrim kanan dan kiri, tatorruf tasyaddudi dan tathorruf tasyahuli serta bersih dari intervensi fihak manapun,” tandasnya.

Baca Hizib Nasr

Hasyim juga menuturkan, dalam pertemuan di pesantren Langitan yang dihadiri oleh para ulama, pengurus NU, MUI dan warga NU yang berlangsung pada hari Sabtu, 25 April 2008 lalu menyerukan agar seluruh jajaran NU merapatkan barisan dan terus beristighfar dan membaca hizib nasr secara berjamaah dan kembali dalam bimbingan NU sesuai dengan prinsip imarah agar umat tidak tersesat dalam situasi yang memburuk akibat carut marutnya negara yang disebabkan oleh pertikaian antar pemimpin.

“Sudah terbukti berkali-kali, jalan sendiri-sendiri dan tidak disiplin telah membuahkan kegagalan dan kerusakan dimana-mana. Semoga Allah melindungi kita dan Indonesia, amiin,” imbuhnya.
Tak lupa, ia juga mengingatkan agar warga NU diminta tidak memilih orang atau golongan yang kalau besar akan merusak NU. (nuo/lih)

09 April 2009

Masyarakat Ponorogo Sambut Pileg 2009



Ponorogo, fatayatpo online
Masyarakat Ponorogo Jawa Timur sangat antusias mengikuti Pileg (Pemilu Legislatif) tahun 2009, Kamis 9 April 2009. Bahkan mereka sejak 07.00 setelah acara dimulai sudah berdatangan untuk menggunakan hak pilihnya. Dari pantauan kontributor fatayatpo online, masyarakat Ponorogo sudah berduyun-duyun ke Tempat Pemungutan SUara (TPS) sejak pagi. Mereka rela antri dengan berdiri untuk bisa memberikan hak suaranya. Tak ketinggalan Ketua Umum Pengurus Cabang Fatayat NU Ponorogo, Roudlotun Nikmah, juga menggunakan hak mencontrengnya.
Dibawah ini gambar menunjukkan Bu Nyai Saudah Ponpes Jenes ikut menyontreng, sedangkan gambar diatas Ketua PC Fatayat NU Ponorogo dan Lurah Brotonegaran Posedang memasukkan surat suara. (ma)

PBNU Meminta Nahdliyyin Pilih Pemimpin Jujur dan Anti Money Politic

Jakarta, LTNNU Online
Dalam pelaksanaan pemilu yang akan berlangsung 9 April besok, Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi meminta akan warga NU menggunakan hak pilihnya dan memilih calon legislatif yang mengutamakan kejujuran.

“Politik yang paling tinggi adalah kejujuran, bukan permainan. Ini kenegarawanan yang tinggi, kalau hilang, kepercayaan masyarakat hilang, sehingga akan terjadi malapetaka di negeri ini,” katanya di gedung PBNU, Rabu (8/4).

Dikatakannya, kalau masyarakat memilih calon pemimpin yang menghamburkan uang, dikhawatirkan, nanti mereka akan mengabaikan masyarakat karena sudah merasa membeli suara sehingga suara rakyat akan diacuhkan.

“Kalau pemimpin yang terpilih yang menghamburkan banyak uang, biasanya uangnya tak halal sehingga akan tampil menjadi pemimpin yang abu-abu. “Kalau masyarakat tuntutannya pemimpin yang banyak uang, maka akan ketemu pemimpin yang tidak jujur,” imbuhnya.

Mengenai berbagai kekurangan yang masih menghantui proses pemilu ini, Hasyim berharap hal ini terus diperbaiki sambil berjalan. Pemilu yang sudah berlangsung berkali-kali juga mengandung berbagai kelemahan dan apa yang dulu tidak dipersoalkan kini dianggap kecurangan yang harus diperbaiki, yang pada akhirnya akan menuju pemilu yang bersih dan rapi.

“Pemilu bukan tujuan, demokrasi juga bukan tujuan, tetapi alat menuju keadilan, kesejahteraan dan kesetaraan. Tetapi pemilu dan demokrasi sebagai alat merobek bangsa ini, sarana telah merubah dan merobek tujuan. Apapun kekurangan pemilu merupakan sarana dan secara berjalan terus kita perbaiki,” tandasnya.

Partisipasi masyarakat menurutnya sangat penting untuk menggambarkan representasi rakyat secara keseluruhan.

“Jangan golput, karena kalau golput terjadi dalam ukuran yang besar, maka minoritas yang utuh akan merepresentasikan mayoritas yang tidak mencoblos. Dan itu bisa disebut merepresentasikan pemilu,” terangnya. (mkf)

07 April 2009

PWNU Jatim Matangkan Konsep Baru Khittah

Surabaya, LTNNU Online
Perkembangan politik di Indonesia beberapa waktu terakhir membuat kalangan Nahdlatul Ulama (NU) melakukan tawar menawar dengan keputusan Khittah 1926. Untuk memperjelas posisi NU ini, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur berusaha mematangkan konsep baru menyangkut posisi NU dengan politik.

KH Abdurrahman Navis, salah satu anggota tim penggodok konsep hubungan NU dengan partai politik dan pola rekrutmen politik di NU, Senin (6/4) menuturkan, draf akademik konsep tersebut sudah selesai.

Dalam naskah akademik itu terdapat beberapa kecenderungan warga NU dalam memposisikan diri dengan parpol. Yakni, memegang teguh khittah NU secara murni dan tanpa tawar menawar, menjalin hubungan secara jelas dengan parpol melalui kesepakatan tertentu, serta berdiri menjadi parpol seperti masa 1955.

“Tapi ini masih kecenderungan dalam draf akademik dan belum kita masukkan dalam usulan atau rekomendasi,” tuturnya.

Pengasuh ponpes Nurul Huda ini memaparkan, keputusan untuk melakukan analisa ulang terhadap khittah NU bukan merupakan penafsiran ulang. Proses penelaahan kembali khittah NU itu didasarkan pada perkembangan politik kebangsaan saat ini.

“Kelahiran khittah kan pada masa orde baru. Sekarang masanya sudah reformasi, nah kita ingin ada analisa kembali,” paparnya.

Dalam draf akademik tersebut juga terdapat pembacaan atas realitas warga NU saat ini menyangkut proses rekrutmen parpol pada warga Nahdliyin.

Menurut KH Abdurrahman Navis, ada wacana tidak diperbolehkannya pengurus NU di seluruh jenjang untuk merangkap jabatan politik. Namun, ada juga suara pemakluman bagi parpol yang ingin merekrut pengurus NU, namun hal itu harus melalui rekomendasi dari mandataris NU terlebih dahulu.

“Semua kecenderungan ini akan kita godok lagi dan mudah-mudahan sudah tuntas Mei nanti untuk dibawa di arena Muskerwil,”imbuhnya.(dumas/mad)